it’s about all word’s

Rusia (9): Bolgar, Gerbang Islam di tepian Volga

Posted on: August 7, 2012

Jika Anda menganggap Rusia sepenuhnya Kristen Ortodoks, bisa jadi referensi Anda terhadap negeri Beruang Merah masih kurang. Jika ada waktu senggang, sangat disarankan Anda berkunjung ke wilayah bernama Bolgar atau Volga Bulgaria yang diakui sebagai pintu gerbang masuknya Islam.

Islam di sepanjang tepi Sungai Volga berkembang sejak 992 Masehi dan didominasi oleh Suni, mazhab Abu Hanafi yang kini dianut oleh sedikitnya 55% penduduk Tatarstan. Sementara 40% sisanya adalah penganut Kristen Ortodoks, sebagian kecil penganut Katolik dan 30 aliran keagamaan.

Butuh sekira 3 hingga 4 jam perjalanan darat dari Kazan, ibu kota Republik Tatarstan untuk mencapai Bolgar yang masuk dalam Distrik Spassky. Nama Bolgar memang mirip dengan Bulgaria karena memang penduduk asli Bolgar dan Bulgaria berasal dari satu rumpun suku-suku yang Azov.

Penduduk Bolgar yang pindah pada 660 Masehi kemudian menetap di wilayah Idel-Ural, sementara yang lain terus ke arah barat dan akhirnya menetap sepanjang Sungai Danube dan kini disebut sebagai Bulgaria setelah kawin mawin dan beranak pinak dengan orang-orang Slavia dan mengimani Kristen Ortodoks.

Masa lalu Bolgar sendiri cukup rumit karena peperangan yang terjadi terus menerus di wilayah subur ini. Catatan Sejarah datang dari Arab, Persia, India atau Rusia. Sejumlah eskavasi bahkan terus dilakukan sampai kini.

Islam di Bolgar mulai dianut sebagai agama negara pada awal abad kesepuluh, di bawah Almish bin Shilki Yiltawar hal ini dicatat oleh Ibnu Fadlan yang dikirim oleh khalifah Abbasiyah al-Muqtadir pada tahun 922 untuk membangun hubungan, membawa guru agama untuk Bolgar dan membangun benteng dan masjid.

Bolgar maju pesat sebagai sebuah kerajaan Islam karena memiliki letak yang mendukung perdagangan. Mitra mereka Viking, Bjarmland, Yugra dan Nenets di utara ke Baghdad dan Konstantinopel di selatan, dari Eropa Barat hingga China di Timur.

Kondisi ini yang membuat Bolgar diincar kerajaan lain seperti Raja Svyatoslav dari Rus yang berpusat di Kroasia menyerbu dan menghancurkan Bolgar pada 965. Begitu juga Raja Ivan—kakek dari Ivan the Terrible yang menghancurkan kerajaan Islam di Kazan.

Bolgar juga sempat diserbu tentara Genghis Khan di bawah komando Uran, anak Subutai Bahadur menyerbu Bulgar pada September 1223 lewat Samara namun masih berhasil dihalau hingga 13 tahun kemudian, orang-orang Mongol itu kembali dan dalam lima tahun telah menaklukkan seluruh negeri, yang pada saat itu menderita perang internal pasca kematian. Sekitar 80% populasi Bolgar musnah dalam perang tersebut.

Agama yang bersisian

Karena sejarah yang naik turun, situs keagamaan di Bolgar pun cukup campur aduk. Masjid berdiri berdekatan dengan Gereja yang dibangun pada 1732 Masehi dengan mencomot batu-batu penjuru masjid juga diambil untuk batu tumpuan gereja.

Sebuah tempat tinggal imam Muslim yang sempat menjadi mushola, dalam sejarahnya sempat bergantian menjadi sinagog, tempat tinggal imam Gereja Ortodoks bahkan sempat difungsikan untuk menjadi makam para imam Kristen.

Menariknya, meskipun sejarah Bolgar campur aduk antara getir dan berdarah. Umat islam Bolgar benar-benar menjalankan ajaran yang merupakah rahmat pembawa kedamaian. Gereja di samping bangunan masjid kuno—meski menggunakan batu dari masjid–tak dirubuhkan dan justru dipelihara dengan baik.

Demikian juga bangunan sinagog kuno yang kemudian dikonversi menjadi tempat penyimpanan batu-batu berisi ayat-ayat Al-Quran. Seluruhnya dipelihara utuh dan sebaik-baiknya. Umat Islam bahkan tak terburu-buru membangun ulang masjid kuno.

Menurut pemandu kami, Marat Sharafiev hal ini disebabkan Duxofni Upravlenni Musulman atau kantor administrasi untuk urusan agama Islam Republik Tatarstan ingin rekonstruksi masjid dilakukan seteliti mungkin.

“Bisa jadi akan memakan waktu lama karena proses eskavasi masih terus dilakukan di sekeliling Masjid. Toh, meski kondisi masjid belum terbangun, umat dari seluruh Rusia kerap melakukan shalat di tempat ini,” ujarnya.

Mengapa? Sepanjang pemerintahan Uni Soviet yang komunis. Bolgar menjadi pusat pergerakan Islam. Karena susah ke Mekah atau Medinah, berkunjung ke Bolgar sama artinya dengan umroh alias bergelar Haji kecil.

Demi sejarah tersebut, pemerintah Tatarstan meskipun kaya raya berkat migas dan industri mesin perang dengan sponsor Tatarstan’s Ak Bars Bank lebih memilih membangun sebuah museum dengan kubah perak yang letaknya sekitar 500 meter dari lokasi masjid kuno.

Dalam bangunan ini, tersimpan Al-Quran Al-Karim yang merupakan Al-Quran cetak terbesar di dunia Mushaf ini berukuran150 x 200 cm, halaman-halaman di dalamnya tersusun dari kertas Skotlandia, sampulnya terbuat dari batu mulia – Malahit, dihiasi Fionity, giok lapisan emas dan perak.

Al-Quran raksasa memiliki 632 halaman dengan berat total 800 kilogram tersebut diresmikan tahun lalu itu oleh perdana menteri Tatarstan I. S. Halikov, penasehat president Tatarstan M. S Shamiev dan mufti Russia Ravil Hazrat Galaudinov dibuat di Italia.

Untuk masuk ke tempat ini, sungguh mudah. Syaratnya berpakaian sopan. Bahkan Anda tak perlu membuka sepatu. Petugas keamanan akan memberikan plastik untuk membungkus sepatu Anda. Jauh lebih mudah karena menjamin sepatu tak hilang saat ditinggal di luar.

*Timoho, 23 Juli 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

August 2012
M T W T F S S
« Jun   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: