it’s about all word’s

Ancaman dan peluang yang berkelindan dalam situasi krisis

Posted on: September 17, 2012

Judul: Crisis Management for School: Mengelola Situasi Krisis & Darurat Di Lembaga Pendidikan
Penulis: Firsan Nova
Editor: Asep Jamaluddin
Penerbit: Media Bangsa, Juli 2012
Tebal: 256 halaman

Judul: Republic Relations: Knowing your public is halfway to win the battle
Penulis: Firsan Nova, Sukardi, Annisa Nur Aryanti & Eva Monita
Editor: Endang Rudiatin
Penerbit: Media Bangsa, September 2012
Tebal: 368 halaman

Hampir di setiap organisasi, krisis menjadi sebuah diksi yang sangat ditakuti meski sudah diperhitungkan. Namun yang lebih merepotkan jika kondisi krisis terjadi secara mendadak atau tidak diperhitungkan.

Dua buku yang dirilis Media Bangsa bermain-main dengan kata yang paling menakutkan tersebut. Sebuah kondisi yang sebetulnya bisa diatasi dengan baik dan terukur dalam aspek komunikasi.

Karena suatu krisis yang tidak ditangani secara terbuka akan berakibat buruk pada perusahaan yang bersangkutan. Organisasi/perusahaan yang berusaha menutupi krisis yang melandanya, atau berupaya menanganinya secara tertutup, justru akan mengundang lebih banyak kecaman.

Sebaliknya, apabila suatu organisasi/perusahaan mampu mengatasi krisis yang melanda dengan baik secara terbuka, mampu menerima kritikan yang dituju kepada organisasi/perusahaannya dengan lapang dada, kemudian berusaha mencari jalan keluar atas permasalahan yang terjadi, organisasi/perusahaan tersebut akan lebih mudah mendapatkan kembali kepercayaan publik.

Krisis dalam bahasa Cina, diucapkan dengan wei-ji dan dan mempunyai dua arti, yaitu ”bahaya” dan “peluang”. Keduanya bagaikan sisi berlawanan dalam satu koin. Sementara dalam bahasa Yunani krisis, yang berarti “keputusan.” Ketika krisis terjadi perusahaan akan memutuskan apa yang harus dilakukan.

Buku pertama, Crisis Management for School: Mengelola Situasi Krisis & Darurat Di Lembaga Pendidikan yang ditulis Firsan Nova sangat menarik karena fokus terhadap organisasi pendidikan yang selama ini jarang disentuh alias tidak diperhitungkan.

Sang penulis, mencontohkan kondisi-kondisi krisis yang sungguh mengagetkan namun sungguh-sungguh terjadi di institusi pendidikan seperti siswa yang mengalami kecelakaan, bencana, keracunan massal, kesurupan, guru bunuh diri hingga aksi kekerasan berujung kematian di sekolah.

Tanpa pernah mempersiapkan institusi sekolah dengan kondisi-kondisi yang hadir bak petir menyambar di siang bolong, justru kepanikan yang melanda individu penanggung jawab di institusi pendidikan.

Kepanikan yang sangat berpotensi menimbulkan tindakan tak terarah bahkan justru memperburuk kondisi yang ada. Terutama bagaimana mengatasi krisis ke dalam dan ke luar institusi yang tertimpa krisis tersebut.

Sang penulis dalam buku setebal 256 halaman terlihat cerdik menampilkan sejumlah kasus yang selama ini kurang diperhatikan dan memberikan langkah-langkah mempersiapkan diri dan penanganan terhadap situasi krisis yang mungkin terjadi di dunia pendidikan.

Bagaimana mengelola guru, siswa hingga staf menghadapi kemungkinan krisis yang akan terjadi. Termasuk bagaimana pihak sekolah menghadapi media secara cerdas sehingga tidak memperburuk situasi.

Sangat menarik, dengan detail yang tak terduga, penulis memberikan sejumlah petunjuk teknis yang sangat aplikatif bagi pendidik. Sebut saja contoh bagaimana membuat surat pemberitahuan kematian siswa bagi orang tua. Baik itu kecelakaan maupun bunuh diri.

Namun terdapat satu situasi yang sebetulnya marak dan kerap menimbulkan masalah dalam institusi pendidikan yaitu foto maupun rekaman gambar bergerak asusila yang melibatkan siswa atau pihak pendidik.

Menarik jika nantinya penulis menambahkan tip bagaimana menangani kondisi yang sungguh tak terduga ini pada edisi revisi buku yang pada edisi pertama ini sudah sangat pantas menjadi sebuah pustaka rujukan setiap institusi pendidikan di Tanah Air.

Seperti telah disebutkan di atas, sesuai filosofi krisis dalam budaya Tionghoa dan Yunani, krisis sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai suatu petaka melainkan juga momentum untuk perbaikan. Memang di dalam krisis terdapat ancaman tetapi yang harus dilakukan adalah mencari peluang-peluang di balik sebuah krisis.

Dengan demikian kita harus memiliki persepsi mengenai krisis dari sudut pandang positif yaitu dari sudut pandang seorang yang optimis, sehingga krisis dapat direspon secara cepat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Kemungkinan krisis yang paling diperhitungkan biasanya berkaitan erat dengan karakteristik atau bidang kegiatan yang digeluti oleh suatu organisasi atau perusahaan. Sedangkan kemungkinan yang paling tidak diantisipasi adalah krisis‑krisis eksternal yang kemungkinan terjadinya sangat kecil namun konsekuensinya tidak kalah berbahayanya.

Dalam buku kedua, Republic Relations: Knowing your public is halfway to win the battle yang ditulis Firsan Nova, Sukardi, Annisa Nur Aryanti & Eva Monita, kondisi krisis dibedah para penulis dari berbagai aspek yang ada dan lebih umum.

Bagi saya yang telah melahap buku pertama, buku Republic Relations terasa lebih ringan meski demikian, terdapat benang merah dengan buku pertama yaitu sekecil apapun krisis, tak boleh diabaikan. Dibutuhkan persiapan matang, kecepatan dan kecerdikan mengantisipasi krisis yang datang.

Selain itu dalam menghadapi krisis, optimisme adalah modal utama untuk menyusun langkah-langkah agar dapat keluar dari krisis. Karena, sekali lagi krisis adalah situasi yang merupakan titik balik (turning point) yang dapat membuat sesuatu tambah baik atau tambah buruk.

Namun, kondisi krisis membutuhkan kecepatan untuk melakukan tindakan tertentu. Terdapat desakan waktukarena krisis merupakan saat yang sangat genting yang harus direspon secara cepat dan tepat.
Dalam kehidupan kita sehari-hari kita dapat menyaksikan banyak individu, dan perusahaan yang berhasil mengubah krisis menjadi peluang, dan sebagaian lagi karena ketidakmampuan mengelola krisis justru terperosok ke dalam kehancuran. Siapkah Anda?

Advertisements

1 Response to "Ancaman dan peluang yang berkelindan dalam situasi krisis"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Archives

Pages

September 2012
M T W T F S S
« Aug    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
%d bloggers like this: